Kitsch Cafe Membeli Ingatan

Selalu ada ingatan yang tak tersentuh, tak terbayang, apalagi sampai bisa tersampaikan dengan vivid. Ingatan adalah hal yang kompleks untuk disampaikan, dipresentasikan, kemudian dikemas menjadi sesuatu yang bisa dinikmati khalayak. Karena ingatan adalah hal paling personal yang tersembunyi dalam di tubuh seseorang.
Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di kritik, Teater | Tag , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Melihat Bengsas Sekarang

Mulanya saya kaget ketika Mushab—salah satu senior (2011) di Bengkel Sastra UNJ menghubungi saya lewat messenger facebook menanyakan bagaimana proses kuratorial di Dewan Kesenian Jakarta, jika satu grup teater ingin bermain di Taman Ismail Marzuki, dengan singkat saya menjelaskannya.
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di bengsas | Tag , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Saya Menyelesaikannya.

Sebuah Biografi Teater.
Bagian II

Di mata kuliah Apresiasi Drama saya melupakan setiap pertunjukan dan ajaran senior-senior di teater zat dan kemudian kembali pada ingatan saya tentang pengajaran ala Roy Julian yang mungkin saya terjemahkan saat itu kepada eksplorasi yang tidak tersentuh. Maksudnya disini mungkin eksplorasi yang tidak dipikirkan oleh orang lain, yang bahkan tidak mengelebat di kepala mahasiswa Apresiasi Drama yang lain.
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Teater | Tag , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Saya Menyelesaikannya.

Sebuah Biografi Teater. Bagian I

Saya kembali mendengarkan Ombra Mai Fu dengan harapan ketika saya menulis ini semuanya akan menjadi ketenangan yang menyesatkan—menyesatkan disini adalah ketika saya memiliki keyakinan bahwa segalanya baik-baik saja, segalanya akan baik-baik saja.
facebook
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Teater | Tag , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Pertanda Pagi

PERTANDA PAGI
:Anggie
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi | Tag | Meninggalkan komentar